Tuberkulosis · Indonesia · data 2024
Sekitar 200 ribu orang menularkan TB tanpa pernah terdeteksi. Loop perawatannya lebih lambat daripada penularannya.
SIGAP memampatkan jeda itu dengan satu state risiko yang menggerakkan skrining → rujukan → pendampingan. Bukan skor lain — triase terkalibrasi yang tahu kapan dirinya harus ragu.
Satu loop, tiga titik kompresi
- 01
Kenali lebih cepat
Kader mengunggah X-ray pasien. Model tersaring dari kebocoran data memisahkan TB dari paru tidak normal lain — dengan pita ragu ketika bukti belum cukup.
- 02
Rujuk tanpa menunggu
Skor risiko diterjemahkan menjadi band tindakan dan surat rujukan siap cetak: prioritas GeneXpert hari ini, pembacaan ulang, atau edukasi.
- 03
Dampingi sampai sembuh
Kartu pasien mencatat check-in minum obat. Risiko diperbarui dari waktu ke waktu; bila memburuk, muncul tanda eskalasi untuk petugas.
Yang terbuka, yang belum
Terukur dan terbuka
- Audit kebocoran dataset: 19 citra train yang duplikat dengan test set eksternal dibuang sebelum training — angka yang jarang dilaporkan.
- Evaluasi lintas-rumah-sakit dilaporkan apa adanya: AUROC, sensitivitas pada spesifisitas tetap, dan kalibrasi (ECE).
- Split data, model, dan kode dapat direproduksi dari repositori.
Belum beres — jujur
- Belum divalidasi prospektif di Indonesia; ini prototipe riset, bukan alat medis.
- Ambang triase dikalibrasi pada data publik, belum pada populasi puskesmas.
- Analisis suara batuk dan integrasi SITB belum dikerjakan.